6 Faktor yang Memengaruhi Kualitas Pembelajaran di Kelas

Daftar Pustaka

Salah satu patokan penentuan keberhasilan proses kegiatan pembelajaran di kelas ialah kualitas pembelajarannya. Kualitas suatu sekolah pun bersifat relatif karena selalu mengalami perubahan sesuai dengan perubahan tantangan zaman yang terus menerus.

Proses pembelajaran pun harus dirancang dengan cermat. Apabila seorang guru sukses merancang proses pembelajaran yang efektif untuk siswa, maka tujuan pembelajaran pun bisa dicapai dengan hasil yang optimal.

Hasil pembelajaran pun dipengaruhi dua faktor, yakni faktor lingkungan maupun peserta didik itu sendiri. Contohnya saja, minat belajar, ketekunan siswa, faktor psikis dan disik, motivasi belajar, sikap dan kebiasaan belajar, hingga kehidupan sosial dan ekonomi siswa menjadi faktor utamanya.

Proses pembelajaran pun memiliki nilai edukatif. Untuk menerapkannya, harus ada interaksi yang terjadi antara guru dengan peserta didik. Interaksi dapat dikatakan edukatif lantaran proses kegiatannya sesuai dengan pengarahan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kualitas Pembelajaran di Kelas

Dalam penerapan keberhasilan proses pembelajaran, ada beberapa faktor yang ternyata memengaruhi kualitas pembelajaran di mana ini para pendidik harus mengetahuinya. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Guru

Komponen paling penting dalam proses kegiatan pembelajaran ialah guru. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran itu tergantung pada kepiawaian guru dengan menggunakan metode, taktik, serta teknik dalam proses pembelajaran.

Dalam penerapannya, selain menjadi teladan bagi tiap siswa, guru juga berperan sebagai pengelola kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, efektivitas proses kegiatan pembelajaran berada di pundak guru. Kemampuan dan kualitas guru sangat menentukan proses pembelajaran tersebut apakah berhasil atau tidak.

2. Siswa

Setiap siswa pastinya mempunyai latar belakang dan karakter yang berbeda. Dengan demikian, guru dituntut memberi perlakuan yang berbeda, dari pengelompokkan siswa maupun berdasarkan gaya belajar di kelas. Hal ini disebabkan setiap anak mempunyai perbedaan pada aspek intelektual, psikologis, serta biologis.

Ketiga aspek tersebut bisa memengaruhi kegiatan belajar mengajar di ruangan kelas. Meskipun irama perkembangan setiap anak tidak selalu sama, tetap ada perkembangan yang ada di semua aspek kepribadian pada setiap anak.

3. Lingkungan Belajar

Hal yang perlu Anda sadari bahwa lingkungan belajar siswa juga sangat memengaruhi kualitas pembelajaran. Apabila siswa berada di lingkungan belajar yang tepat untuk kemampuan serta karakternya, maka proses kegiatan belajar siswa bakal berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang besar. Dengan demikian, hasil belajar yang siswa dapatkan juga jauh lebih baik dari sebelumnya.

4. Sarana dan Prasarana

Faktor yang memengaruhi kualitas pembelajaran selanjutnya adalah sarana dan prasarana. Sarana ialah sesuatu yang dapat mendukung kelancaran proses kegiatan pembelajaran siswa secara langsung. Contohnya saja, media pembelajaran, perlengkapan sekolah, alat-alat pengajaran, dan sebagainya.

Prasarana ialah sesuatu yang bisa mendukung keberhasilan proses kegiatan pembelajaran siswa secara tidak langsung. Contohnya saja, penerangan sekolah UKS, toilet, jalanan menuju sekolah, dan sejenisnya.

Ketika sarana dan prasarana di sekolah lebih lengkap, maka proses kegiatan pembelajaran juga jauh maksimal untuk dilaksanakan lantaram itu bisa membantu guru. Maka dari itu, sarana dan prasarana dipastikan menjadi komponen terpenting.

Ada banyak keuntungan yang didapat sekolah dari penggunaan sarana dan prasarana, yakni:

  • Menumbuhkan gairah serta motivasi guru saat mengajar
  • Memberikan banyak pilihan belajar untuk siswa
  • Menentukan dan menyesuaikan gaya belajar peserta didik

5. Suasana Evaluasi

Umumnya, pelaksanaan evaluasi dilaksanakan di dalam ruangan kelas. Dalam penerapannya, semua siswa bakal dibagi berdasarkan kelas dan tingkatannya masing-masing. Besar dan kecilnya jumlah siswa yang terkumpul di kelas akan memengaruhi suasana kelas sekaligus suasana evaluasi. Sistem yang dipakai pun ialah sistem silang di mana guru bakal mengelompokkan siswa untuk evaluasi. Nantinya sistem tersebut akan memperoleh data hasil evaluasi yang objektif.

6. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran ialah pedoman maupun sasaran dalam proses pembelajaran di kelas. Guru harus mempunyai kepastian dalam proses kegiatan pembelajaran. Kepastian dari proses tersebut berdasarkan rumus tujuan pembelajaran.

Perumusan tujuan pembelajaran dapat memengaruhi kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru. Guru sengaja menciptakan lingkungan belajar yang bisa mencapai tujuan pembelajaran. Bila kegiatan pembelajaran yang sudah guru terapkan ternyata mengalami interaksi yang bertentangan, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dan hasilnya pun tidak maksimal.

Bagikan:

Also Read