Cara Cek No UKG (SIM PKB – Pencarian Data GTK)

Cara Login SIM PKB Guru PembelajarApa itu SIM PKB, mungkin sebagian dari Anda belum tahu. SIM PKB Ini sebenarnya adalah Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang merupakan suatu yang penting untuk guru pembelajar. Dengan ini, pembelajar bisa mendapatkan apa yang jadi haknya seperti tunjangan, ptk, gtk dan masih banyak lagi. Anda bisa cek info di app online untuk ini.

Selain itu, SIM PKB ini sendiri juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan guru dan kompetensi mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang pengajar. Ia juga wajib diikuti oleh semua guru sejak Ditjen GTK menetapkan pengembangan program keprofesian pada tahun 2017 lalu. Lalu, bagaimana cara mengeceknya?

Pentingnya Memiliki SIM PKB untuk Guru Pengajar

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk guru ini sangat penting. Tujuan akhir dari ini adalah diharapkan siswa yang diajar bisa berhasil karena adanya pengembangan kemampuan dari profesi si guru.

Para guru yang melakukan pengembangan profesi sudah pasti bisa meningkatkan kualitas pembelajarannya untuk menjadikan siswanya menjadi yang memiliki keterampilan dan menunjukkan pemahaman yang mendalam dengan materi yang diajarkan.

Selain itu, adanya ini juga berharap agar siswa dapat memperlihatkan apa yang mereka ketahui dan mampu mereka lakukan. Hal ini juga nantinya akan berlanjut pada kenaikan jabatan atau pangkat fungsional dari si guru tersebut.

Lalu, Siapa yang Dapat Mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Tersebut?

Untuk Anda yang bertanya siapa saja yang bisa ikut program SIM PKB ini, ada kriteria guru yang dapat mengikutinya. Pertama, peserta yang bisa mengikuti SIM PKB adalah guru yang memiliki profil hasil UKG yang menunjukkan tiga atau sepuluh kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KKM atau 65.

Jika guru tersebut belum melakukan UKG atau sudah melakukan UKG namun dengan mata pelajaran atau paket keahlian atau jenjang yang tak sesuai, maka si guru wajib melakukan tes awal untuk menggunakan sistem ini.

Selain itu, bila si guru terdaftar di dalam komunitas GTK pada sistem informasi manajemen atau SIM pengembangan keprofesian berkelanjutan. Selain itu, sang guru juga harus berada di wilayah yang tersedia akses jaringan internet khusus yang mengikuti program daring dan daring kombinasi.

Terakhir, mereka bersedia melaksanakan pembelajaran dengan kemauan dan komitmen yang tinggi. Program ini mewajibkan setiap peserta bisa menyelesaikan setidaknya dua kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah dalam satu tahun atau dua modul prioritas yang sudah ditentukan oleh penyelenggara dalam kurun satu tahun.

Baca juga artikel lain :

Cara Login SIM PKB?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ini memang penting untuk meningkatkan kemampuan seorang guru. Namun tenang saja, pemerintah menyediakan laman pengembangan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Untuk langkah login ke SIM PKB ini mudah saja.

Pertama, Anda harus masuk ke laman https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id/casgo/login lebih dulu. Jika sudah, tinggal masukkan saja alamat email dan isi password sesuai yang sudah diberikan dinas pendidikan. Kalau Anda belum mengetahui password Anda, Anda bisa bertanya melalui ketua MGMP masing-masing untuk mengetahuinya. Jika sudah, klik login.

Dengan cara ini, Anda sudah dibawa masuk ke akun SIM PKB Anda. Nah, bagaimana bila Anda belum memiliki akun sebelumnya? Kalau begini masalahnya, maka Anda harus melakukan register lebih dulu. Cara registernya mudah saja. Pertama, Anda hanya perlu masuk ke laman https://gtk.belajar.kemdikbud.go.id/akun/registrasi saja.

Setelah itu, isilah nomor peserta UKG dan tanggal lahir Anda. Lanjutkan dengan mengisi captcha lalu klik register. Nah, jika registrasi ini tak berhasil, maka Anda harus menghubungi admin pengembangan keprofesian berkelanjutan di Dinas Pendidikan kota Anda atau ke ketua MGMP atau KKP atau GUGUSTK masing-masing.

Lalu, bagaimana bila Anda gagal melakukan log in padahal Anda sudah memiliki akun? Kalau begini, kemungkinan kesalahan ada pada Anda. Bisa saja Anda lupa terhadap password atau lainnya. Bila ini benar, Anda hanya perlu menekan klik Lupa Password saja di halaman tersebut.

Asalkan Anda masih menggunakan email yang didaftarkan ke profil GTK, maka Anda bisa masuk kembali ke SIM PTK Anda karena sistem akan mereset password Anda. Namun, jika mengalami masalah lain, Anda harus bertanya pada operator masing-masing di bagian yang mengurus hal ini.

Cara Cek No UKG

Cara Cek No UKG (SIM PKB – Pencarian Data GTK)

Jika Anda sudah berhasil masuk ke akun, maka Anda bisa membuka layanan info GTK SIM PKB  dan cek SKTP Anda. Untuk mengeceknya, Anda bisa mengakses info yang sudah ada untuk menghindari kesalahan data. Jika ada kesalahan, Anda bisa melakukan perbaikan data melalui sekolah masing-masing.

Namun, untuk bisa mengeceknya, Anda harus mengeceknya di jam linier melalui login SIM PKB. Untuk caranya, pertama Anda hanya perlu memasukkan nama GTK atau nomor peserta UKG yang Anda miliki saja. Setelah itu, Anda hanya perlu melanjutkan dengan mengklik provinsi sesuai regional daerah masing-masing dan klik Cari GTK saja.

Apa Sebenarnya Tujuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Ini?

Bagi Anda yang belum tahu, tujuan umum dari pengembangan keprofesian berkelanjutan atau PKB ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekolah atau madrasah dalam rangka mewujudkan mutu pendidikan yang lebih baik. Sedangkan secara khusus, tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru.

Selain itu, juga untuk memutakhirkan kompetensi guru dalam memenuhi kebutuhan mereka untuk perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Ia juga berguna untuk meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka sebagai tenaga kerja professional.

Tentu saja, tujuannya juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru serta untuk membantu menunjang karir para guru ke depannya yang tentunya juga bisa berdampak pada murid-muridnya.

Manfaatnya?

Setelah Anda mengetahui apa saja tujuan dari program ini, tentu Anda mau tahu apa saja manfaat dari program ini. Ada banyak manfaat yang didapat dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau PKB ini. Untuk peserta didik misalnya, mereka bisa memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang lebih efektif.

Selain itu, untuk guru, mereka bisa memenuhi standar dan mengembangkan kompetensi mereka. Dengan begitu, ia bisa melaksanakan tugas utamanya secara efektif sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Sedangkan bagi sekolah, sekolah bisa memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.

Tak hanya sampai di sana, untuk orang tua dan masyarakat juga bermanfaat. Ia mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Lalu untuk pemerintah, PKB bisa menjamin layanan pendidikan yang berkualitas dan profesional.

Mengapa Guru Harus Melakukan Verifikasi dan Validasi Sekolah Induk dan Mapel di SIM PKB?

Alasannya sederhana saja untuk jawaban yang satu ini. Seluruh guru memang diharuskan untuk melakukan verifikasi dan validasi sekolah induk dan mapel untuk tujuan memastikan tidak terjadi ketidaksesuaian atau salah jenjang atau mapel ketika melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Dengan begitu, hasilnya akan tepat sasaran.

Siapa yang Wajib Melakukan Tes Awal?

Tes awal untuk mengikuti program ini bisa dilakukan oleh guru yang belum pernah mengikuti Uji Kompetensi Guru atau UKG sebelumnya sejak tahun 2015 lalu. Selain itu, para guru yang melakukan pemutakhiran data dan jenjang juga wajib melakukan ini.

Lalu, Bagaimana Bila Pengajuan Tidak Disetujui?

Jika pengajuan yang Anda lakukan untuk mengikuti SIM PKB ini tidak disetujui, maka Anda akan diminta untuk melakukan pembatalan terhadap ajuan. Caranya mudah saja, Anda hanya harus mengklik Batal Ajuan di dalam box yang tampil di halaman beranda.

Nah, inilah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang SIM PKB. Dengan ini, para guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang terus upgrade. Tujuannya tentu saja baik, untuk pengembangan pendidikan di Indonesia secara umumnya!