Keunggulan Pembelajaran Berdiferensiasi yang Wajib Guru Tahu

Daftar Pustaka

keunggulan pembelajaran berdiferensiasi

Setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Sadar atau tidak, hal ini akan memengaruhi pencapaian prestasi anak di sekolah. Maka dari itu, sudah sepantasnya sebagai guru Anda mengenali gaya belajar yang tepat untuk siswa. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi satu di antara cara yang bisa Anda terapkan.

Kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai keunggulan pembelajaran berdiferensiasi dan apa saja tantangan yang dihadapi. Simaklah lebih lanjut.

keunggulan pembelajaran berdiferensiasi

Apa itu Pembelajaran Berdiferensiasi?

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan teknik pembelajaran, di mana guru menggunakan berbagai metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kebutuhan itu dapat berupa pengetahuan yang ada, minat dan gaya belajar, serta pemahaman terhadap mata pelajaran.

Pada dasarnya, metode ini memungkinkan guru untuk bertemu dan berinteraksi dengan siswa untuk menyiapkan preferensi belajar  mereka. Pembelajaran ini bertujuan menciptakan kesetaraan belajar bagi semua siswa, serta menjembatani kesenjangan belajar. Selain itu, siswa akan merasa tertantang. Dengan demikian, akan ada semangat yang sama dengan harapan pencapaian yang sama optimalnya antarsiswa.

Keunggulan Pembelajaran Berdiferensiasi

Ada sejumlah keunggulan pembelajaran berdiferensiasi yang ketika Anda impelementasikan. Apa saja?

1. Pertumbuhan yang sama bagi semua siswa

Pada prinsipnya, pengadopsian pembelajaran berdiferensiasi ini bertujuan untuk mendukung setiap siswa dalam proses belajar mereka. Pembelajaran ini merupakan metode untuk menjangkau dan memengaruhi setiap siswa di semua tingkatan.

Untuk itu, secara individu seorang guru semestinya dapat meningkatkan minat siswa dalam proses belajar. Selain itu, guru juga harus mampu mengarahkan para siswa untuk mewujudkan potensi belajar mereka secara optimal.

2. Pembelajaran yang menyenangkan

Gaya belajar yang berbeda akan membuat siswa menemukan metode yang sesuai dengan kebutuhannya. Ketika Anda mengadopsi serangkaian strategi yang selaras dengan tipe peserta didik, maka mereka akan merasakan belajar terasa mudah dan menyenangkan.

Saat siswa sudah merasa belajar adalah hal yang menyenangkan, mereka tak lagi menganggap belajar sebagai beban. Dengan demikian, mereka dapat mencapai hasil pembelajaran yang lebih optimal.

3. Pembelajaran yang dipersonalisasi

Pembelajaran berdiferensiasi  lebih berpusat pada siswa. Di sini, tenaga pendidik hanya mengembangkan pelajaran mereka berdasarkan tingkat pengetahuan, minat siswa, dan preferensi belajar mereka. Untuk itu, lingkungan belajar harus bisa mendukung para peserta didik untuk belajar sesuai dengan tipe mereka.

Lebih lanjut, konten atau materi pengajaran yang guru siapkan haruslah mencakup format-format yang tepat. Mulai dari audio, visual, praktik, video, dan lainnya. Tujuannya, untuk memastikan pembelajaran yang telah dipersonalisasi tersebut tepat untuk setiap siswa.

Faktor-faktor yang Meningkatkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Ada empat faktor yang turut berperan dalam meningkatkan pembelajaran berdiferensiasi ini. Apa saja faktor-faktor tersebut?

1. Konten

Konten berisi materi pelajaran. Hal ini dapat Anda bedakan melalui beberapa cara, agar sesuai dengan pembelajaran yang berbeda. Pertama, Anda harus pahami bahwa siswa memiliki tingkat penguasaan yang berbeda terhadap suatu materi pelajaran. Ada siswa yang masih belum mengetahui sama sekali, ada pula yang sudah punya pengetahuan secara parsial. Untuk itu, Anda harus menyiapkan konten yang tepat.

Selain itu, kedua, gaya belajar peserta didik yang Anda hadapi juga berbeda-beda. Ada pembelajar kinestetik, visual, atau auditori. Dengan demikian, pastikan konten yang Anda sajikan sesuai dengan kebutuhan belajar mereka, sehingga mendapatkan pencapaian yang optimal.

2. Proses

Proses ini berkaitan dengan bagaimana seorang tenaga pendidik dapat memberikan instruksi yang tepat kepada dalam proses pembelajaran. Untuk itu, selama pembelajaran, ada baiknya menerapkan refleksi dan evaluasi untuk melihat bagaimana perkembangannya. Anda dapat menilai apakah siswa telah belajar dengan kemampuan terbaiknya atau belum.

Untuk itu, selama proses ini berlangsung, seorang guru harus mampu memahami minat, kemampuan, hingga tingkat pengetahuan setiap siswa. Hal itu mengingat setiap siswa sejatinya punya cara belajar masing-masing yang bersifat unik dan khas.

3. Produk

Faktor ini melibatkan metode yang Anda gunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Anda bisa melakukan tes kecil untuk mengetahui tingkat keberhasilan metode pembelajaran berbeda yang telah Anda terapkan. Anda bisa melanjutkan metode yang tepat dan merevisi metode yang rasanya kurang maksimal.

4. Lingkungan belajar

Umumnya, ada dua lingkungan belajar bagi siswa: lingkungan belajar yang mendukung dan merusak pembelajaran mereka. Untuk itu, setiap tenaga pendidik sudah selayaknya memberikan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran yang berlangsung. Misalnya, dengan menciptakan suasana yang kondusif di kelas, sehingga siswa bisa merasa nyaman.

Demikianlah beberapa keunggulan pembelajaran berdiferensiasi sekaligus faktor-faktor yang memengaruhinya. Semoga dapat membantu Anda mencapai hasil pembelajaran yang optimal sesuai dengan kebutuhan siswa.

Bagikan:

Also Read