Lengkap!! Pengertian Hosting dan Cara Memilih Hosting Terbaik

Ketika akan membuat sebuah website, developer membutuhkan hosting sebagai ‘rumah’ untuk situs tersebut. Tanpa adanya hosting, website tersebut tidak akan bisa dipublikasikan di internet dan diakses oleh publik. Pada artikel ini akan dibahas lebih lengkap mengenai hosting, termasuk pengertian, jenis-jenis hosting, serta cara memilih hosting terbaik untuk website dan cloud hosting Indonesia terbaik. Simak terus penjelasan ini sampai akhir untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Pengertian Hosting

Pengertian Hosting

Sebelum membahas terlalu jauh, sebaiknya pahami terlebih dahulu pengertian dari hosting.

Apa Itu Hosting?

Pertanyaan tentang apa itu hosting? tersebut mungkin muncul dalam benak orang awam ketika mendengar istilah hosting. Pengertian sederhana dari hosting yaitu layanan untuk menyimpan file berupa script, gambar, video, audio, dan lain sebagainya yang diperlukan oleh sebuah website.

Pengertian lain dari hosting yaitu sebuah wadah untuk menaruh data serta file yang dibutuhkan oleh website. File dan data tersebut dapat diakses serta dikelola melalui jaringan internet. Ada pun data atau file yang disimpan di hosting antara lain script, email, gambar, video, dan masih banyak lagi.

Ketika user memakai internet untuk mengunjungi website, yang dilakukan pertama kali pada browser yaitu mengetik nama domain atau keyword di mesin pencari seperti Google. Selanjutnya, komputer akan mengakses server atau hosting dan menampilkan website melalui browser.

Oleh karena itu, hosting wajib disiapkan ketika seseorang akan membangun sebuah website. Hosting umumnya bisa dimiliki dengan cara membeli atau menyewa.

Jenis-jenis Hosting

Hosting dibagi menjadi dua jenis, yaitu web hosting dan cloud hosting. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui pengertian dan fungsinya masing-masing.

Web Hosting

  •  Web Hosting

Ketika akan membangun sebuah website, hal yang harus dicari pertama kali adalah perusahaan hosting yang menyediakan ruang di server. Web host sendiri berguna untuk menyimpan seluruh database, aset, dan file pada server.

Ketika ada pengguna yang mengetik nama domain pada sebuah address bar di browser, host bertugas untuk melakukan transfer seluruh file yang diperlukan guna menyelesaikan request.

Prinsip cara kerja web hosting sebenarnya mirip dengan menyewa rumah. Penyewa harus membayar biaya sewa setiap bulan atau tahun untuk membuatnya tetap berfungsi secara penuh. Ada banyak jenis web hosting, 3 di antaranya yang paling sering digunakan akan dibahas di bawah ini.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis web hosting yang paling banyak dipakai. Web hosting yang satu ini paling cocok untuk website sederhana serta blog. Dengan hosting yang satu ini, pengguna akan berbagai satu server dengan beberapa klien lain di provider hosting yang sama.

Website penyewa akan di-online-kan menggunakan satu server yang sama. Sehingga terjadi resource sharing, contohnya disk space, computing power, serta memory.

Shared hosting memiliki beberapa keunggulan antara lain murah, mudah dipahami oleh pemula, server sudah dalam kondisi terkonfigurasi, control panel mudah dipahami, serta maintenance dan administrasi menjadi tanggung jawab penyedia hosting.

Namun shared hosting juga punya kelemahan yaitu pengguna tidak bisa mengatur konfigurasi server sesuai kebutuhan dan rawan down karena harus berbagai dengan penyewa hosting lainnya.

2. VPS Hosting

VPS sendiri merupakan singkatan dari Virtual Private Server. Jika menggunakan VPS Hosting, Anda akan tetap berbagi server dengan para penyewa lainnya. Namun, penyedia web hosting sudah mengalokasikan sebagian lokasi untuk masing-masing penyewa hosting di server.

Dengan begitu, masing-masing penyewa akan mendapatkan space server yang dedicated satu sama lain. Selain itu juga mendapatkan sejumlah memory dan power computing. VPS Hosting diciptakan khusus untuk website dengan lalu lintas tinggi.

Ada pun keunggulan dari VPS Hosting antara lain bisa dikelola sendiri, scability lebih mudah, ada akses root sampai ke server, tidak mudah down karena peningkatan traffic, serta sudah memiliki space server yang dedicated.

Meski begitu, VPS Hosting juga punya kelemahan. Pertama, pengguna wajib memiliki pengetahuan manajemen server secara teknis. Selain itu, harga sewa VPS hosting juga lebih mahal.

3. Dedicated Hosting

Jenis web hosting terakhir yang paling sering dipakai adalah dedicated hosting. Jika menyewa hosting jenis ini, Anda akan mendapatkan sebuah server fisik khusus untuk menangani situs milik Anda. Oleh sebab itu, dedicated hosting dapat dipakai dengan fleksibel.

Pengguna bisa melakukan konfigurasi sendiri, baik dari segi hardware maupun software. Seluruh aspek hosting dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Menyewa sebuah dedicated hosting ini sama menguntungkannya seperti memiliki sebuah server sendiri.

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh penyewa dedicated hosting antara lain keamanan lebih terjamin, akses root sampai ke server, didukung customer support yang andal, serta memiliki kontrol penuh terhadap pengaturan server.

Tentunya dedicated ini jauh lebih mahal dibandingkan dua web hosting yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pengguna juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengatur sebuah server.

Cloud Hosting

  • Cloud Hosting

Sebenarnya, cloud hosting sendiri termasuk ke dalam jenis web hosting namun tidak hanya menggunakan satu server. Hosting yang satu ini menggunakan beberapa server sekaligus untuk mengimbangi load atau beban serta untuk memaksimalkan uptime. Oleh karena itu, cloud hosting dikenal tidak memiliki downtime.

Hosting yang satu ini menggunakan teknologi yang diberi nama cluster. Cluster sendiri merupakan istilah untuk penyebut sebuah penggabungan resource server yang terpusat. Resource akan semakin besar apabila semakin banyak server yang digabungkan.

Uniknya, cluster akan tetap bekerja dengan baik meski salah satu atau beberapa server sedang mengalami masalah. Mudahnya, cloud hosting ini punya arsitektur seperti shared hosting namun pengguna dapat mengoperasikannya layaknya VPS.

Cloud hosting dibuat khusus untuk menampung website dengan traffic super tinggi. Namun pengguna tidak perlu repot-repot mengoperasikan server sendiri layaknya VPS maupun dedicated hosting.

Perbedaan Web Hosting dan Cloud Hosting

Perbedaan Web Hosting dan Cloud Hosting

Untuk lebih memahami perbedaan antara web hosting dengan cloud hosting, ada 3 pembanding yang akan menjelaskan.

· Performa

Pertama dari segi performa. Web hosting tradisional memiliki bandwidth serta ruang penyimpanan yang terbatas. Akibatnya, website memerlukan waktu yang lebih lama untuk dimuat.

Sementara cloud hosting menggunakan ruang penyimpanan virtual dan berbagi dengan user lain. Namun ketika ada kendala di satu server, sistem akan otomatis memindahkannya ke sistem lain. Dengan begitu, website tetap bisa dimuat dengan cepat.

· Kontrol

Web hosting tradisional mengharuskan penggunanya berbagi resource dan tidak ada kendali penuh dari pengguna. Tak heran jika website sudah diakses dan lambat.

Ruang penyimpanan data pada cloud hosting sepenuhnya ada di tangan pengguna. Dengan begitu, semua data dapat dikontrol dengan baik.

· Biaya

Dilihat dari segi biaya, web hosting tradisional memang jauh lebih terjangkau dan murah dibandingkan cloud hosting. Namun benefit yang diberikan cloud hosting jauh lebih baik.

Cara Memilih Hosting Terbaik

Cara Memilih Hosting Terbaik

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memilih web hosting terbaik, antara lain:

  • Kualitas performa yang diberikan oleh server
  • Memiliki customer support selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu
  • Harga yang terjangkau
  • Garansi uang kembali apabila ada masalah fatal
  • Punya fitur tambahan
  • Review yang baik dari pelanggan sebelumnya

Nah itu tadi ulasan mengenai layanan hosting semoga dapat menjadi referensi bagi anada yang sedang bingung dalam menentukan dan memilih layanan hosting yang baik.