Apa Tujuan dari Pendidikan Karakter: Manfaat dan Aspek Penting

Daftar Pustaka

Apa Tujuan dari Pendidikan Karakter Manfaat dan Aspek Penting

Pendidikan karakter memiliki peran yang krusial dalam membentuk siswa menjadi individu yang berkualitas dan berintegritas. Selain pencapaian akademis, pendidikan karakter juga mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang akan membimbing siswa dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli:

1. Elkind

Elkind mendefinisikan pendidikan karakter sebagai metode pendidikan yang dilakukan oleh guru untuk mempengaruhi karakteristik siswa. Dalam penerapannya, guru bukan hanya mengajar materi pembelajaran, tetapi juga menjadi contoh atau teladan bagi siswa dalam hal sikap dan perilaku.

2. John W. Santrock

Menurut John W. Santrock, pendidikan karakter adalah pendekatan pendidikan yang langsung ditujukan kepada siswa untuk menanamkan nilai-nilai moral serta memberikan pengajaran mengenai pengetahuan moral. Hal ini bertujuan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.

3. T. Ramli

T. Ramli menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan makna dan nilai-nilai esensial terkait akhlak dan moral siswa. Tujuan dari pendidikan karakter adalah membentuk kepribadian siswa yang baik melalui penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian-pengertian ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk karakter dan moral siswa, serta peran guru sebagai teladan yang memberikan dampak signifikan dalam pembentukan kepribadian siswa.

Apa Tujuan dari Pendidikan Karakter Manfaat dan Aspek Penting

Nilai Utama dan Pendidikan Karakter

Nilai-nilai karakter utama yang disebutkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah:

  1. Sisi Nasionalis: Membangun sikap setia, peduli, dan menghargai negara serta menghormati unsur-unsur nasional seperti bahasa, budaya, sosial, ekonomi, dan politik bangsa.
  2. Sisi Religius: Mengembangkan sisi religius dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk membentuk sikap toleransi tinggi, tanggung jawab, dan keyakinan yang kuat.
  3. Nilai Integritas: Mendorong komitmen dan kesetiaan terhadap unsur kemanusiaan dan moral bangsa, yang tercermin dalam perkataan, perbuatan, dan pekerjaan.
  4. Nilai Kemandirian: Membangun sikap mandiri agar individu dapat memaksimalkan upaya dan pemikiran sendiri untuk mencapai tujuan hidupnya.
  5. Gotong Royong: Menghargai kerja sama dan bersama-sama mengatasi masalah, yang berkontribusi pada komunikasi yang baik, meningkatkan keterampilan sosial, dan membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain.

Aspek Pendidikan Karakter

  1. Nilai-Nilai Moral: Pendidikan karakter membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral seperti kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan empati.
  2. Pembentukan Etika: Siswa diajarkan tentang etika dan perilaku yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia, lingkungan, dan masyarakat.
  3. Kepemimpinan: Pendidikan karakter membantu mengembangkan kemampuan kepemimpinan siswa, termasuk kemampuan bekerja sama dan memimpin dengan integritas.
  4. Kedisiplinan: Siswa dilatih untuk memiliki kedisiplinan dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menghargai aturan dan norma yang berlaku.
  5. Keberanian dan Ketahanan: Pendidikan karakter mengajarkan siswa untuk berani menghadapi tantangan dan mengembangkan ketahanan dalam menghadapi rintangan.
  6. Rasa Empati: Siswa belajar memahami dan merasakan perasaan orang lain, sehingga mampu menjadi individu yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan orang lain.
  7. Kesadaran Sosial: Pendidikan karakter membantu siswa menyadari peran dan tanggung jawab mereka dalam masyarakat serta berkontribusi secara positif.

Strategi Penerapan Pendidikan Karakter

  1. Model Peran: Pendidik menjadi contoh teladan dalam perilaku dan nilai-nilai karakter yang diinginkan.
  2. Pengintegrasian dalam Pembelajaran: Nilai-nilai karakter diterapkan secara terpadu dalam mata pelajaran sehingga siswa dapat melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Kegiatan Ekstrakurikuler: Kegiatan di luar jam pelajaran seperti klub, organisasi, atau program pengembangan diri dapat membantu siswa mengasah karakter.
  4. Pembahasan Kasus Kontroversial: Diskusi mengenai isu-isu moral dan etika membantu siswa mengembangkan pemikiran kritis dan moral.
  5. Penggunaan Cerita dan Kasus Nyata: Cerita atau kasus nyata digunakan sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai karakter.
  6. Keterlibatan Orang Tua: Kolaborasi antara sekolah dan orang tua penting dalam menguatkan pembentukan karakter siswa.

Manfaat Pendidikan Karakter

  1. Membentuk Kepribadian Unggul: Siswa akan memiliki kepribadian yang kuat, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan moral yang tepat.
  2. Menciptakan Lingkungan Positif: Pendidikan karakter membentuk lingkungan sekolah yang harmonis dan mendukung perkembangan positif siswa.
  3. Meningkatkan Hubungan Antarindividu: Siswa akan lebih mampu menjalin hubungan yang baik dengan sesama karena memiliki keterampilan sosial dan empati.
  4. Persiapan Menuju Masa Depan: Siswa akan siap menghadapi berbagai situasi dan tantangan kehidupan dengan sikap yang bijaksana dan moral yang kuat.

Dengan menerapkan pendidikan karakter secara efektif, pendidik berperan penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berbudi pekerti luhur.

Bagikan:

Also Read