Apa Itu Speech Delay dan Pengaruhnya pada Perkembangan Anak?

Daftar Pustaka

Kemampuan bicara anak memang sangat dinanti-nantikan oleh orang tua. Ini menjadi keterampilan dasar dan modal utama sang anak untuk bisa bersosialisasi dan belajar mengenai dunia sekitarnya. Meskipun demikian, ada beberapa anak yang ternyata mengalami speech delay. Apa itu speech delay dan pengaruhnya pada anak?

Kasus speech delay pada anak kerap terjadi dan itu bisa mengganggu proses pertumbuhannya. Hal itu pula juga menghambat mereka untuk bisa mengeluarkan kata-kata dan kalimat ataupun tata bicaranya.

Lantas, apa ciri-ciri anak mengalami speech delay? Apa ada cara mengatasi permasalahan tersebut agar anak bisa bersosialisasi dan masuk sekolah nantinya?

Apa Itu Speech Delay pada Anak?

Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan kondisi yang dialami bayi dan juga anak-anak yang menyebabkan mereka mengalami keterlambatan dalam berbicara serta berbahasa. Jika anak mengalami kondisi ini maka dirinya akan kesulitan menggunakan kata-kata maupun komunikais lainnya untuk bisa menyampaikan isi pikirannya.

Anak dapat mengalami keterlambatan bicara saat anak tersebut tidak bisa mengembangkan kemampuan bicaranya ataupun keterampilan berbahasa pada tingkat yang sesuai dengan usianya. Pada umumnya, anak bisa mengalami kondisi ini ketika umurnya menginjak usia 2-3 tahun dan belum bisa berbicara sama sekali.

Sebagai contohnya, anak-anak berusia dua tahun harusnya sudah mampu menggunakan sekitar 50 kata secara teratur. Sebut saja ‘mama’, ‘papa’, ‘mamam’, ‘bobo’, hingga ‘nenek’. Selain itu ada juga kalimat yang terdiri 2-3 kata seperti ‘mau makan’, ‘main bola’, hingga ‘minum susu’.

Lalu saat berusia tiga tahun, kosakata anak menjadi bertambah menjadi 1.000 kata baru serta berbicara dalam 3-4 kata. Contohnya saja, ‘nggak mau makan itu’ atau ‘mau mainan yang itu’. Terkadang bentuk kalimatnya masih cukup berantakan dan tidak sesuai dengan SPOK, namun kalimatnya masih dipahami sepenuhnya.

Bila pada rentang usia ini, ucapan atau cara bicara anak masih sangat sulit dipahami dan dirinya sulit apa yang ia baca maupun dengar, orang tua wajib waspada. Bisa saja tanda-tanda tersebut merupakan tanda speech delay.

Ciri-ciri Speech Delay pada Anak

Anak umumnya bertumbuh dengan kecepatan dan caranya masing-masing. Apabila anak Anda tidak dapat berbicara seperti anak yang berusia sama pada umumnya, bisa saja mengalami keterlambatan bicara.

Oleh karena itu, setelah mengetahui apa itu speech delay, Anda harus mengetahui ciri-ciri speech delay yang harus Anda ketahui, antara lain:

  • Ketika nama anak dipanggil dari belakang, ia tidak menoleh sama sekali, atau saat berusia 2-6 bulan tidak ada celotehan
  • Ekspresi wajah anak kurang variative dan tidak bisa menunjuk dengan jari ketika berusia 6-12 bulan
  • Belum mengucapkan kata berarti pada usia 16 bulan dan belum memahami kata ‘stop’ atau ‘tidak’ pada usia 18 bulan
  • Pada usia 12-15 bulan anak tidak bisa mengucapkan kata-kata sederhana, seperti ‘mama’ atau ‘papa’
  • Belum bisa menggunakan setidaknya 25 kata saat berusia 2 tahun dan frasa dua kata atau kombinasi kata benda saat berusia 2,5 tahun
  • Ketika anak menginjak usia 3 tahun, ia belum bisa menggunakan setidaknya 200 kata
  • Anak masih belum bisa mengucapkan kata-kata yang sudah dipelajari sebelumnya saat dirinya sudah berusia di atas tiga tahun

Penyebab Speech Delay pada Anak

Ketika anak mengalami keterlambatan bicara, apa ada yang salah pada proses tumbuh kembangnya sang anak? Pertanyaan ini selalu muncul ketika anak mengalami kondisi ini.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan speech delay disebabkan gangguan pendengaran, gangguan pada organ mulut, dan juga gangguan pada otak. Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya yang harus Anda ketahui, yakni:

1. Autisme

Autisme merupakan kelainan perkembangan saraf yang berpengaruh pada komunikasi dan perilaku anak. Keterlambatan bicara karena autisme juga bisa disertakan gejala lainnya yakni mengucapkan frasa secara berulang, sulit berkomunikasi, berperilaku yang berulang, hingga mengalami gangguan interaksi sosial.

2. Kurangnya Stimulasi

Salah satu penyebabnya ialah kurangnya stimulasi pada anak. Ada kemungkinan orang tua tidak pernah mengajak ataupun melibatkan anak dalam pembicaraan. Padahal, itu sangat penting untuk perkembangan bicara maupun bahasa pada anak.

3. Organ Mulut Mengalami Gangguan

Salah satu contoh gangguan organ mulut yang memengaruhi kemampuan bicara pada anak ialah bibir sumbing. Tidak hanya itu saja, ada juga lipatan bawah lidah (frenulum) yang pendek ternyata itu juga menyulitkan anak untuk melafalkan berbagai macam kata. Gangguan artikulasi ini membuat koordinasi antara lidah, rahang, dan bibir membuat suara menjadi sulit.

4. Pendengaran Bermasalah

Masalah pada pengengaran juga bisa menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara. Pasalnya, anak sering menirukan perkataan yang ia dengar dari orang tua dan juga orang-orang di sekitarnya.

Apabila pendengaran bermasalah, sang anak akan kesulitan memahami serta menguasai kata-kata spesifik. Hal itulah yang membatasinya untuk meniru kata-kata hingga menggunakan bahasa yang benar.

Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Keterlambatan Bicara

Untuk mengatasi permasalahan anak yang mengalami keterlambatan bicara dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Anak harus sering diajak mengobrol dan berlatih untuk berinteraksi
  • Menggunakan bahasa isyarat
  • Menghindari respon dengan bahasa bayi
  • Menunjuk dan meminta untuk menyebutkan benda-benda di sekitar anak
  • Membacakan buku cerita
  • Mengajak bernyanyi lagu anak-anak
  • Membatasi penggunaan barang-barang elektronik

Bagikan:

Also Read