Model Pembelajaran Kooperatif

Daftar Pustaka

Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran saat ini makin berkembang. Salah satu model pembelajaran terbaru yang ada di Indonesia adalah model pembelajaran kooperatif yang sebenarnya sudah diterapkan di banyak negara sebelumnya. Bila diartikan, model pembelajaran sendiri adalah pola yang digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan pembelajaran di kelas.Model Pembelajaran Kooperatif

Sedangkan untuk model pembelajaran kooperatif adalah sistem yang di dalamnya terdapat elemen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Elemen pembentuk itu adalah memiliki saling ketergantungan yang bernilai positif, interaksi secara langsung, akuntabilitas individual dan lainnya. Lalu, apa saja jenis model pembelajaran untuk kooperatif ini?

     1. Model Jigsaw

Metode pembelajaran kooperatif yang pertama adalah model jigsaw. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini dilakukan dengan cara membangi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing anggotanya terdiri atas 3 hingga 5 orang siswa. Nantinya, setiap siswa yang tergabung dalam satu kelompok itu punya tugas masing-masing.

Nantinya, guru akan meminta setiap anggota dengan tugas yang sama untuk mendiskusikan dan mencatat pendapat dari setiap anggota lalu kembali lagi ke kelompok asalnya. Setelah itu, setiap anggota kelompok asal diminta untuk memahami apa yang setiap anggota kerjakan di kelompok pengembangan dan nantinya mereka akan menjelaskan kembali dan evaluasi.

     2. Metode STAD (Student Achivent Divisions)

Selanjutnya, untuk model pembelajaran kooperatif learning adalah dengan metode STAD atau Student Achivent Divisions. Metode ini digunakan oleh guru untuk memberikan informasi setiap minggunya kepada siswa dengan penilaian yang diberikan secara verbal dan tertulis.

Untuk langkah penerapan dari metode STAD ini adalah siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan anggota sekitar 3 hingga 5 orang yang nantinya setiap anggota akan mempelajari materi dan saling membantu menguasai bahan ajar. Setelah itu, secara individual masing-masing anggota kelompok akan saling mengevaluasi.

Gunanya tentu saja untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi akademik yang telah dipelajari. Lalu, nanti siswa akan diberikan penilaian berdasarkan tingkat penguasaan materi dan juga skor tertinggi yang mereka dapatkan.

     3. Metode G (Group Investigation)

Model pembelajaran kooperatif lainnya adalah dengan menggunakan metode G atau group investigation. Pada metode ini, guru akan melibatkan siswa dalam membuat perencanaan dan topik mata pelajaran yang akan dipelajari semua murid. Nantinya, semua materi yang direncanakan akan dilakukan investasigasi.

Dalam metode ini, siswa akan dilatih untuk bisa berkomunikasi dan berpikir secara kritis dalam proses diskusi yang terjadi. Untuk langkah penerapannya adalah dengan melakukan seleksi topik lebih dulu. Lalu, dilanjutkan dengan membuat perencanaan, implementasi, analisis dan sintetis dan dilanjutkan lagi dengan pelaporan hasil diskusi serta evaluasi.

     4. Model Think Pair and Share

Lanjut ke model pembelajaran kooperatif selanjutnya, ada model think pair and share yang akan dilaksanakan dengan cara guru yang menyampaikan inti dari keseluruhan materi yang akan dijadikan bahan diskusi semua siswa. Setelah itu, nantinya para siswa akan diminta berdiskusi dengan cara berpikir kritis dan mengutarakan hasil pemikirannya dengan teman.

Dilanjutkan dengan guru yang membagi tugas siswa dengan membentuk kelompok kecil yang berfungsi agar siswa bisa saling mengutarakan hasil pendapat secara acak dan bergantian. Metode ini bisa digunakan untuk membahas langsung pokok permasalahan sehingga bisa menambah materi yang belum disampaikan oleh guru.

     5. Model Decision Making

Selanjutnya, adalah model decision making. Model pembelajaran kooperatif ini akan diawali dengan guru yang memberikan tujuan dan rumusan suatu masalah dari materi yang akan dijasikan bahan diskusi oleh siswa. Penyampaian materi yang dilakukan akan menggunakan banyak media. Pada banyak contoh, lebih menggunakan media gambar.

Setelah selesai, nantinya guru akan meminta siswa untuk membuat kelompok kecil dengan beranggotakan 3 hingga 5 orang. Di dalam kelompok tersebut, nantinya para siswa akan diminta melakukan perumusan masalah dan mengindentifikasi penyebab permasalahan yang terjadi.

Tentu saja, mereka juga harus mencari alternatif dan jalan keluar dari permasalahan yang ada agar tidak terjadi kembali. Jika semua sudah selesai, model pembelajaran yang satu ini akan ditutup dengan evaluasi.

     6. Model Dabate

Untuk metode pembelajaran kooperatif lainnya yang biasa diterapkan adalah model dabate. Pada model yang satu ini, guru juga akan membagi siswa menjadi kelompok. Bedanya, hanya akan dibagi menjadi dua kelompok yang mana satu kelompok adalah kelompok pro sedangkan kelompok lainnya adalah kelompok yang kontra. Cara kerjanya adalah nanti kelompok yang pro akan menanggapi pendapat dari kelompok kontra.

Begitu juga dengan sebaliknya. Setiap murid yang ada dalam kelompok tersebut harus menyampaikan pendapatnya. Ketika setiap kelompok sudah mengemukakan dan menyampaikan gagasan mereka, nantinya guru akan menuliskan hal penting yang bisa disimpulkan dari pembicaraan antar kelompok yang terjadi sebelumnya.

Pada akhir diskusi di metode pembelajaran kooperatif metode dabate ini adalah guru akan meminta para siswa untuk membuat rangkuman atau kesimpulan yang berisi tujuan yang ingin dicapai pada kasus yang mereka bahas sebelumnya.

     7. Model Mind Mapping

Metode lainnya pada model pembelajaran ini yang biasa diterapkan adalah model mind mapping. Pada metode ini, siswa juga akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan satu kelompok beranggotakan 2 hingga 3 murid saja. Nantinya, setiap kelompok akan diminta berdiskusi dan mencari jalan keluar untuk sebuah kasus yang diberikan guru.

Nantinya, setelah diskusi selesai, secara acak guru akan meminta setiap kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok mereka secara bergantian. Setiap hal penting yang disampaikan oleh setiap kelompok akan dicatat guru di papan tulis dan di akhir pelaran para siswa akan diminta merangkum dan membuat kesimpulan akan semua data di papan tulis.

Untuk saat ini, model pembelajaran kooperatif dengan metode mind mapping adalah yang paling efektif diterima siswa. Itu dikarenakan selain efektif dalam mempelajari ilmu pengetahuan, siswa juga secara tak langsung akan belajar bagaimana caranya berinteraksi dalam sebuah kelompok dan menghargai perbedaan pendapat dan cara pandang.

     8. Metode TGT

Lalu, ada juga metode TGT atau team game tournament. Pada metode ini, guru akan menempatkan siswa dalam kelompok belajar dengan adanya permainan pada setiap kelompok belajar. Pada permainannya, akan digunakan kartu yang berisi soal dan jawaban yang nantinya setiap siswa yang merupakan wakil dari kelompoknya akan bersaing.

Masing-masing siswa akan ditempatkan di sebuah meja turnamen dan memainkan permainan. Cara mainnya adalah dengan membagikan kartyu soal dan pemain akan mengambil kartu dan memberikan pada pembaca soal. Soal tersebut akan dikerjakan secara mandiri sebelum anggota kelompok lain selesai duluan.

Nah, sahabat www.daftarpustaka.org itulah jenis dari model pembelajaran kooperatif yang mulai diterapkan di Indonesia. Jenis pembelajaran ini bisa dibilang sangat efektif karena semua siswa akan harus belajar bersama-sama dan mengerti apa yang diajarkan. Para siswa juga akan diajarkan lebih bekerja sama selama proses pelajaran berlangsung.

Bagikan:

Also Read