Kenali 4 Model Refleksi Praktik Pembelajaran dan Asesmen

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang digunakan oleh sistem pendidikan di Indonesia saat ini. Sesuai namanya, kurikulum ini memberikan kebebasan serta kemerdekaan bagi siswa maupun guru dalam pembelajaran. Pada Kurikulum Merdeka, model refleksi praktik pembelajaran dan asesmen merupakan hal yang penting. Penasaran? Simak artikel ini!

model refleksi praktik pembelajaran dan asesmen

Apa Itu Refleksi Praktik Pembelajaran?

Refleksi praktik pembelajaran merupakan salah satu kegiatan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini berupa penilaian tertulis atau lisan oleh guru untuk siswa atau sebaliknya. Refleksi praktik pembelajaran mampu mengekspresikan kesan konstruktif, harapan, pesan, dan kritik terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

Ada beberapa tujuan refleksi praktik pembelajaran, berikut di antaranya:

Manfaat Refleksi Praktik Pembelajaran

Refleksi praktik pembelajaran memberikan manfaat baik untuk siswa maupun guru. Bagi guru, refleksi membantu dalam melakukan peninjauan terhadap sebuah kelompok atau kelas. Pasalnya, dapat menggambarkan kondisi kelas dan potensi setiap individu.

Sementara untuk siswa, refleksi berguna untuk menyalurkan apa yang mereka pikirkan. Apakah proses belajar mengajar sudah baik, atau masih perlu ditingkatkan kembali. Pembenahan bisa membantu proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. 

Model Refleksi Praktik Pembelajaran dan Asesmen

Ada empat model refleksi praktik pembelajaran dan asesmen yang perlu semua guru kenali, berikut di antaranya:

1. 4F

Salah satu model yang paling populer adalah 4F (Facts, Feelings, Findings, Futures”. Berikut penjelasan masing-masing aspek 4F:

Facts atau fakta di sini menggambarkan sebuah peristiwa. Ceritakan proses pembelajaran secara lengkap mulai dari peristiwa yang terjadi, manfaat, hingga hambatan. 

Feelings atau perasaan berhubungan dengan perasaan saat melaksanan proses pembelajaran. Misalnya seperti perasaan senang, kurang senang, dan lain-lain. Ceritakan juga hal-hal yang menyebabkan timbulnya perasaan senang atau kurang senang. 

Findings pada model 4F yaitu menceritakan hal yang dipelajari. Semua hal yang didapatkan selama proses pembelajaran harus diceritakan.

Futures adalah manfaat dari proses pembelajaran yang telah dilakukan. Apakah dapat membantu kehidupan masa depan. Ceritakan juga apa yang bisa dilakukan berdasarkan manfaat yang telah dipaparkan.

2. 4C

Selain 4F, ada juga 4C yang terdiri dari connection, challenge, concept, dan change. Inilah penjelasan masing-masing aspek 4C:

Connection yaitu menceritakan mengenai hubungan antara materi dan peran yang dimiliki. Apakah materi berhubungan dengan peran tersebut atau tidak. 

Pada aspek challenge, hal yang perlu dibahas yaitu adakah perbedaan antara materi, ide, atau praktik pembelajaran baru dengan yang lama. Terutama materi yang telah dimengerti.

Concept yaitu bagaimana cara menceritakan konsep utama dari materi. Selain itu, Anda perlu tahu materi mana yang berguna untuk pembelajaran selanjutnya.

Change yaitu perubahan setelah mendapatkan materi pelajaran. Apakah ada dampak atau dorongan untuk melakukan perubahan di masa datang.

3. DEAL

Model refleksi praktik pembelajaran dan asesmen DEAL terdiri dari description, examination, and articulation learning. Berikut penjelasan aspek DEAL:

Description yaitu mendeskripsikan pengalaman secara rinci. Harus ada unsur 5W+1H yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), serta how (bagaimana).

Setiap proses pembelajaran pasti memiliki tujuan atau rencana yang dibuat sebelumnya. Examination yaitu analisis pengalaman dengan membandingkannya terhadap tujuan atau rencana.

Articulation learning yaitu menjelaskan apa yang telah dipelajari. Serta rencana apa yang akan dilakukan untuk perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya. 

4. Papan Cerita Reflektif

Terakhir, papan cerita reflektif yang juga dikenal dengan istilah storyboard. Model ini menggunakan 4 gambar bersambung yang mengilustrasikan refleksi terhadap kejadian atau peristiwa. Selanjutnya, setiap gambar diberi penjelasan singkat sesuai dengan proses pembelajaran yang terjadi. 

Itulah pembahasan lengkap mengenai model refleksi praktik pembelajaran dan asesmen. Setelah memahami pembahasan di atas, Anda mungkin akan lebih mudah dalam menyusun refleksi praktik pembelajaran dan asesmen. Sehingga, proses pembelajaran dan asesmen di sekolah bisa lebih efektif. Semoga membantu!

Exit mobile version