9 Tips Penggunaan YouTube untuk Anak yang Aman

YouTube merupakan salah satu aplikasi populer yang disukai oleh anak-anak. Aplikasi ini menyimpan ribuan hingga jutaan video yang menghibur. Namun, Anda perlu mengetahui tips penggunaan YouTube untuk anak yang aman.

Pasalnya, YouTube bisa memberikan pengaruh negatif pada anak apabila tidak dipantau. Alasan Anda perlu mengamankan YouTube karena memuat konten kekerasan, sara, konten dewasa, dan lain sebagainya. Simak artikel ini sampai selesai ya!

tips penggunaan YouTube untuk anak

Tips Penggunaan YouTube untuk Anak

Berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan agar YouTube aman digunakan oleh anak:

1. Menggunakan Aplikasi YouTube Kids

Selain YouTube reguler atau biasa, ada juga aplikasi YouTube Kids. Sesuai namanya, aplikasi ini memang ditujukan untuk anak-anak sehingga isi kontennya ramah anak.

Jika menggunakan aplikasi ini, Anda tidak perlu takut dengan konten-konten dewasa. Semua konten aman untuk ditonton oleh anak-anak. Anda bisa mengunduh YouTube Kids di Android maupun iOS.

2. Membuat Akun Google untuk Keluarga

Anda perlu membuat akun Google khusus untuk keluarga. Tujuannya agar dapat memantau aktivitas anak selama browsing di internet. Melalui akun Google, Anda juga bisa melihat riwayat tontonan anak.

Jangan lupa saat membuat akun Google untuk YouTube anak, Anda harus memasukkan usia yang tepat. Dengan begitu, rekomendasi tontonan untuk orang dewasa tidak akan muncul di akun anak.

3. Mengaktifkan Restricted Mode

Mengaktifkan restricted mode menjadi salah satu tips penggunaan YouTube untuk anak yang paling disarankan. Restricted mode atau Mode Terbatas merupakan mode yang menyaring tontonan orang dewasa.

Ketika Anda mengaktifkan fitur tersebut, maka konten berbau dewasa tidak akan muncul di beranda. Selain itu, konten-konten tersebut tidak akan dibuka kecuali mengganti akun orang dewasa. Cara ini cukup membatasi konten dewasa yang berbahaya untuk anak.

4. Mengaktifkan Safe Search di Google

Selain melalui aplikasi YouTube, anak mungkin juga bisa membuka YouTube melalui browser. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mengaktifkan safe search untuk semua aplikasi. Fitur safe search membantu menyaring tayangan berisi iklan, konten dewasa, atau game yang tidak sesuai usia anak.

5. Membatasi Waktu Menonton

Anak tidak akan kecanduan tontonan YouTube apabila Anda membatasi waktu menonton YouTube. Gunakan aplikasi untuk melihat berapa lama anak sudah bermain YouTube. 

Jangan lupa aktifkan alarm untuk mengingatkan waktunya. Setelah waktu habis, anak tidak boleh menonton YouTube lagi. Cara ini sangat efektif untuk membangun kebiasaan anak dalam menonton tayangan YouTube.

6. Ajarkan Mengenai Privasi

YouTube tidak hanya sekedar tontonan untuk anak-anak. Seiring perkembangan zaman, anak mulai mengerti bagaimana cara menjadi Youtuber dan mengunggah konten di YouTube.

Itulah sebabnya Anda perlu mengajarkan mengenai privasi pada anak. Berikan edukasi mengenai hal-hal yang tidak boleh dibagikan di YouTube, termasuk dampaknya. Selain itu, Anda juga perlu memberikan edukasi mengenai konten positif dan negatif serta masing-masing dampaknya.

7. Buatkan Daftar Putar atau Playlist

Tips penggunaan YouTube untuk anak selanjutnya yaitu membuatkan daftar putar atau playlist. Anda bisa mengatur apa saja yang boleh ditonton anak pada playlist tersebut. Buatkan beberapa playlist sesuai hobinya misalnya playlist bermain, lagu anak, kartun, belajar, dan lain sebagainya. 

8. Atur Konten Sesuai Usia Anak

YouTube sangat mengetahui bahwa platform-nya digunakan oleh berbagai usia, termasuk anak-anak. Oleh sebab itu, pihak YouTube sendiri memberikan perlindungan untuk menjaga tontonan anak-anak.

Anda bisa mengatur konten sesuai usia anak. Jadi, hanya konten-konten sesuai usianya yang akan muncul. Anda bisa memilih konten untuk usia Prasekolah (Preschool), Lebih Muda (Younger), dan Lebih Dewasa (Older).

9. Memberikan Aktivitas Lain yang Menyenangkan

Terakhir, Anda bisa memberikan aktivitas lain yang bisa mengalihkan perhatian anak dari gadget. Untuk melakukannya, Anda memang harus menjadi kreatif. 

Terlalu lama menonton YouTube memang memberikan dampak buruk, termasuk untuk kehidupan sosialnya. Ajak anak bermain dengan tetangga atau bersosialisasi dengan teman. Intinya lakukan hal-hal lain yang menyenangkan bersama anak. 

Itulah informasi mengenai tips penggunaan YouTube untuk anak yang aman. Jika menerapkan tips di atas, maka anak bisa memanfaatkan YouTube untuk hal-hal positif. Aplikasi satu ini memang memberikan banyak manfaat dan pengetahuan baru jika dimanfaatkan dengan baik. Semoga membantu!

Exit mobile version